KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Rabb semesta alam.
Limpahan rahmat, karunia dan hidayah-Nya yang berlimpah dan tiada akan pernah
habis terhitung. Sungguh, maha besar Allah karena telah meridhai kami yang
dapat menyelesaikan penulisan makalah tentang “Penelusuran Kegiatan Pemotongan
Hewan Kurban”. Makalah ini dipergunakan untuk memenuhi tugas mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam kelas IX. Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kami
ucapakan kepada pengajar dan pembimbing
serta banyak pihak yang terkait dalam penyelesaian makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari masih
banyak kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu kami sangat memerlukan kritik
dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga
makalah ini menjadi lebih bermanfaat untuk para siswa/siswi pada umumnya.
Akhir kata, Kami barharap semoga makalah ini
bemanfaat khususnya bagi Semua orang dan umumnya bagiseluruh siswa/siswi SMP.
Kami menyadari bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, untuk itu kami
menerima kritik dan saran yang membangun.
Wassalamualaikum
Wr. Wb
Cirebon, September 2016
Penyusun
DAFTAR
ISI HAL.
KATA PENGANTAR........................................................................................2.
DAFTAR ISI
.....................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang .................................................................................4.
1.2. Rumusan
Masalah ............................................................................4
1.3. Tujuan
Penelitian .............................................................................5
BAB
II LANDASAN TEORITIS
2.1. Pengertian
Dan Sejarah Kurban .....................................................5-6
2.2. Jenis Dan
Syarat Hewan Kurban ......................................................6
2.3.
Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Yang Sesuai Dengan Syariat Islam
......................................................................................7
BAB III METODOLOGI
3.1. Tahapan
Penelitian ...........................................................................7
3.2. Metode
Penelitian Dan Teknik Pengumpulan Data ........................7
3.3. Sumber Data
Dan Informasi Penelitian ...........................................8
BAB IV PROSES PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN
4.1.
Waktu Pelaksanaan, Jenis Dan Jumlah
Hewan Kurban .................8
4.2.
Proses Penyembelihan Hewan Kurban
..........................................8
4.3.
Manfaat Hewan Kurban Bagi Masyarakat ....................................8-9
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan ......................................................................................9
5.2. Saran
........................................................................................... 9-10.
DAFTAR PUSTAKA
................................................................................. 11-13.
LAMPIRAN…………………………………………………….................12-13
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kami
membuat makalah ini dengan tujuan untuk mengingatkan bahwa kita sebagai siswa
juga bisa mengikuti kurban di sekolah, tidak harus selalu di lingkungan rumah
saja. Kita semua mengetahui bahwa kurban dilaksanakan pada hari raya Idul Adha.Kegiatan kurban dilaksanakan oleh orang Islam. Kurban dilaksanakan setelah menunaikan ibadah shalat Idul Adha. Kita juga boleh ikut menyumbangkan hewan untuk dijadikan kurban.
Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga dengan dibuatnya makalah agama yang membahas tentang Kurban ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Kami selaku pembuat mengharapkan semua bisa memanfaatkan makalah ini. Sekian dan terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca makalah ini.
1.2 Rumusan
Masalah
B.
Rumusan Masalah
Agar pembahasan kita tidak keluar dari sub
judul, ada baiknya pemakalah akan merumuskan masalah-masalah yang akan dibahas
dalam makalah ini :
1. Apa
Pengertian dan dasar hukum Qurban ?
2. Apa Syarat-syarat hewan untuk Qurban ?
3. Bagaimana
Tata cara penyembelihan Qurban ?
4. Kapan
waktu untuk berqurban?
5
Bagaimana proses peemotongan hewan qurban.?
7
Apa saja jenis hewan qurban ?
7 Sebutkan manfaat hewan qurban bagi masyarakat
yang memberi maupun yang
menerimanya ?
1.3 Tujuan Penelitian
Ø Tujuannya
supaya orang islam bisa mengetahui apa itu kurban, tatacara berqurban, dan
pembagian daging kurban.
Ø Menambah
wawasan pengetahuan tentang qurban
Ø Mengetahui
tujuan berqurban
Ø Mengetahui
manfaat qurban
BAB
II LANDASAN TEORITIS
2.1
Pengertian dan Sejarah Kurban
a.
Pengertian kurban
Qurban berasal dari
bahasa Arab Qaraba-Yaqribu-Qurbanan artinya adalah mendekatkan diri kepada
Allah Swt. Menurut istilah ialah ibadah bagi ummat Islam yang berupa perintah
penyembelian binatang piaraan dengan syarat tertentu dengan tujuan mendapat
ridha Allah Swt. Qurban dalam istilah fikih adalah Udhiyyah (الأضحية) yang artinya hewan yang disembelih waktu
dhuha, yaitu waktu saat matahari naik. Secara terminologi fikih, udhiyyah
adalah hewan sembelihan yang terdiri onta, sapi, kambing pada hari raya Idul
Adha dan hari-hari tasriq untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kata Qurban
artinya mendekatkan diri kepada Allah Swt, maka terkadang kata itu juga
digunakan untuk menyebut udhiyyah.
b. Sejarah kurban
Awal mula dari Qurban ini adalah ketika Nabi Ibrahim
as mengalami mimpi yang terjadi secara berturut-turut. Dalam mimpi tersebut,
Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putera
kesayangannya, Ismail. Hati Ibrahim sangat gundah gulana memikirkan mimpi yang
telah dialaminya tersebut. Saat itu, Ismail sudah diangkat menjadi seorang nabi
dan berumur sekitar 13 tahun. Nabi
Ibrahim tidak dapat berbuat apa-apa karena itu merupakan perintah dari
Allah SWT. Lalu, datanglah ia menemui Ismail untuk menyampaikan perintah Allah
bahwa Ia harus menyembelih anaknya tersebut. Akan tetapi di luar dugaan,
ternyata Ismail justru mengamini perintah dalam mimpi ayahnya tersebut. Hal
tersebut dikarenakan mimpi itu merupakan wahyu dari Allah SWT.
Pada hari yakni tanggal 10 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim
dan puteranya pergi ke tanah lapang untuk menjalankan perintah Allah tersebut.
Dalam perjalanan menuju tempat penyembelihan, setan terus menggoda Ibrahim dan
Ismail untuk membatalkan perintah Allah tersebut. Namun, mengingat nabi Ismail
sudah diangkat menjadi nabi, ia tidak gentar dan berkata bahwa dirinya siap untuk
melakukan perintah Allah SWT. Ia merasa siap karena itu merupakan perintah dari
Allah SWT. Bahkan Ismail meminta ayahnya untuk menutup wajahnya agar nabi
Ibrahim tidak merasa iba ataupun ragu untuk melaksanakan perintah dari Allah
SWT. Namun, ketika nabi Ibrahim mulai menggoreskan pedangnya, pedang tersebut
selalu terpental. Ismail kemudian berkata bahwa dirinya ingin tali pengikat
yang ada di tangan dan kakinya dilepas. Hal itu dilakukan agar malaikat dapat
menyaksikan bahwa ia taat kepada Allah SWT. Peristiwa yang terjadi selanjutnya
adalah peristiwa tradisional yang menjadi sejarah hari raya Idul Adha (hari
Raya Qurban) yaitu ketika nabi Ismail ditukar dengan seekor domba oleh Allah
SWT.
2.2
Jenis dan Syarat Hewan Kurban
Syarat hewan kurban
1. Jenis hewan qurban.
Hewan qurban harus berasal dari jenis
binatang ternak. Contoh hewan ternak yang dimaksud adalah: Sapi, biri-biri,
kambing, dan unta. Berdasarkan pada pendapat ulama-ulama madzhab, khususnya
lima madzhab besar. Mereka sepakat jenis hewan ternak itulah yang diperbolehkan
untuk menjadi hewan qurban.
2. Keadaan hewan
qurban.
Hewan qurban hendaknya tidak memiliki
cacat dalam fisik tubuhnya. Dari hadits riwayat Ahmad bin Hanbal, Rasulullah
saw. Bersabda: “Empat macam hewan yang tidak akan sah dijadikan sebagai
binatang untuk berqurban: rusak matanya, dalam keadaan sakit, berfisik pincang,
memiliki tubuh kurus dan lemah.”
3. Usia hewan qurban.
Umur hewan yang sah untuk disembelih
adalah: Domba yang telah mencapai umur satu tahun lebih atau gigi domba telah
berganti. Kambing yang telah berumur dua tahun lebih. Unta yang mencapai umur
lima tahun lebih. Sapi atau kerbau yang telah berumur dua tahun lebih.
Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim, satu ekor
unta bisa berlaku untuk tujuh orang. Demikian pula untuk satu ekor sapi atau
kerbau, berlaku sama untuk tujuh orang.
4. Waktu penyembelihan
qurban.
Mengenai jumlah hari tasyrik, para ulama
berbeda pendapat. Madzhab Hanbali, Madzhab Hanafi, dan Madzhab Maliki
berpendapat bahwa waktu qurban adalah hari Idul Adha dan dua hari setelahnya.
Maka batas penyembelihan hewan qurban jatuh pada tanggal 12 Dzulhijjah.
2.3 Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Yang Sesuai
Dengan Syariat Islam
1. Menggunakan pisau yang
tajam, semakin tajam pisaunya, maka akan semakin baik.
2. Menghadapkan hewan ke kiblat.
3. Membaringkan hewan
qurban diatas lambung sisi kiri.
4. Menginjakan kaki pada
bagian leher hewan.
5. Membaca Basmalah hendak
akan menyembelih.
6. Membaca takbir
7. Menyebutkan nama orang
yang akan menjadi tujuan hewan qurban tersebut.
8. Menyembelih dengan
cepat supaya meringankan apa yang sedang dialami hewan.
9. Memastikan pada bagian
kerongkongan, tenggorokan, atau dua urat leher itu telah terpotong dengan
pasti.
10.
Dilarang mematahkan leher sebelum hewan tersebut
benar-benar mati.
BAB
III METODOLOGI
3.1.TAHAPAN
PENELITIAN
1. Studi Pendahuluan
2. Perumusan Masalah
3. Pengumpulan Data
4. Pengolahan Data Dan Penyusunan Masalah
3.2.
METODE PENELITIAN
Studi pustaka yang dipadukan dengan
metode survei , yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan kajian pustaka dan
mengambil data di lapangan selanjutnya data diolah dan disusun secara
kualitatif.
TEKNIK
PENGUMPULAN DATA:
1. Observasi
2. Interview (wawancara)
3. Studi dokumentasi
3.3.SUMBER
DATA
Proses
penyembelihan hewan kurban di Desa Kasugengan Lor Kecamatan Depok Kabupaten
Cirebon.
Informan
Penelitian :
1. Tokoh Masyarakat
2. Penyembelih
3. Imam Masjid
4. Kepala Desa
5. Perangkat Desa Dan Masyarakat Sekitar
BAB IV PROSES
PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN
4.1 Waktu
Pelaksanaan, Jenis, dan Jumlah
1).
Waktu pelaksanaan kurban
Kurban dilaksanakan pada hari Senin, 12
September 2016. Pada jam 10.13 WIB.
2).
Jenis hewan kurban
Jenis hewan yang dikurbankan yaitu kambing.
3).
Jumlah hewan kurban
Jumlah hewan yang dikurbankan yaitu 2 ekor
kambing.
4.2
Proses Penyembelihan Hewan Kurban
Proses:
1.
Membaca doa penyembelihan
2.
Langsung proses pemotongan
3.
Mengikat 2 kaki kambing
4.
Pengulitan kulit kambing
5.
Pemotongan daging kambing yang sudah disembelih
6.
Setelah itu dibagikan kurang lebih ¼ kg
4.3 Manfaat
Hewan Kurban Bagi Masyarakat
a.
Manfaat bagi yang menerimanya:
1.
Bisa menikmati makan daging
2.
Berbagi kebahagiaan
b.
Manfaat bagi yang kurban:
1.
Mendapatkan pahala
2.
Ucapan syukur atas rezeki yang lebih
3.
Bisa berbagi kebahagiaan kepada masyarakat
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Qurban
adalah menyembelih hewan pada hari raya idul adha yakni tanggal 10
dzulhijjahdan hari tasyrik,yakni tanggal 11,12 dan 13 dzulhijjah. Ibadah
berqurban adalah tujuan kita untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT.
Apabila
kita berqurban(menyembelih hewan) pada hari tasyrik yang bertepatan pada
tanggal 13 dzulhijjah setelah terbenamnya matahari,maka itu tidak termasuk
berqurban. Akan tetapi,hanya sedekah biasa. Firman ALLAH SWT , yang menjelaskan
tentang qurban terdapat pada surah Al-kautsar 1-3. Bagi orang yang
mampu,berqurban hukumnya wajib hewan untuk berqurban juga hanya boleh hewan
sapi,kerbau,unta,dan kambing. Kita tidak boleh berqurban selain hewan itu.
Hewan tersebut juga harus cukup umurnya,tidak boleh cacat ,harus dalam keadaan
yang baik dan sehat. Berqurban juga mengenang peristiwa monumental kepatuhan
Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Islmail a.s, yang menjalankan perintah ALLAH SWT.
Salah satu manfaat berqurban yaitu memberikan kesenangan kepada fakir dan miskin dengan memberikan daging qurban,
walaupun tidak terlalu banyak
5.2 Kritik dan
Saran
Demikian
makalah ketentuan ajaran islam tentang qurban yang kami buat,mungkin inilah
yang diwacanakan pada penulisan kelompok ini,meskipun penulisan ini masih jauh
dari kata sempurna,minimal kita mengimplementasikan tulisan ini. Masih banyak
kesalahan dari penulisan kelompok kami,karena kami manusia yang adalah tempat
dan dosa.
Semoga
makalah tentang qurban yang telah kami buat,semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca. Kedepannya kami akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang
makalah tersebut dengan sumber-sumber yang lebih banyak dan tentunya dapat
dipertanggung jawabkan
Mengenai
materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini,tentunya masih banyak
kekurangan dan kelemahannya,karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya
rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Dalam hadist”Al insanu minal khotto
wannisa” dan kami juga membutuhkan saran dan kritikan agar bisa menjadi
motivasi untuk masa depan yang lebih baik dari pada masa sebelumnya. Kami juga
mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Umar Dhani yang telah membimbing
makalah ini menjadi makalah yang baik dan benar. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar