😃 Ketika Aku Harus Memilih 💦
Namanya Anita, ia seorang gadis yang
rajin dan pintar. Sekarang, ia duduk dibangku SMA. Dia mempunyai mimpi untuk
menjadi seorang dokter.Namun, terkadang ia harus memendam mimpinya itu, karena
kondisi perekonomian keluarganya. Ibu dan Kakaknya berkali-kali membujuk Anita
untuk berhenti sekolah. Akan tetapi, ayahnya tiada henti memberikan semangat
kepada Anita untuk mewujudkan mimpinya itu.
“Assalamualaikum….” Ucap Anita sepulang sekolah. Ketika
ia akan masuk rumah.
“Waalaikumsalam… Kamu baru pulang?” Tanya Devi kakak
Anita.
“ Iya, Kak “ Jawab Anita.
“Ganti baju sana cepat !!... Jangan lupa jual kue-kue ini
sampai habis!” Perintah Devi.
“Baiklah, aku ganti baju dulu sebentar Kak…” Jawab Anita.
Setelah selesai, Anitapun berkeliling didaerah kampungnya
untuk menjajakan kue-kue itu. Dengan harapan, kue-kue itu habis terjual. Setelah
berkeliling kampung cukup lama, akhirnya ada beberapa orang yang membeli kue
Anita. Sang mentaripun mulai terbenam, tetapi kue-kue Anita masih tersisa cukup
banyak. Akhirnya, Anita memberikan sisa kue-kue tersebut kepada fakir
miskin.Namun, setiba dirumah Anita justru dimarahin ibu dan kakaknya.
“Mana penghasilanmu hari ini?” Tanya ibu kepada Anita.
“Ini bu, penghasilan jualan kue hari ini” Jawab Anita
sambil memberikan uangnya.
“Apa???.. Cuma segini hasil jualanmu?Padahal, kue-kue ini
sudah habis!”Ucap Devi dengan ekspresi
marah.
“Maafkan aku bu, sebenarnya kue-kue ini masih tersisa
cukup banyak, tetapi aku berikan sisa kue-kue ini kepada fakir miskin”Ucap
Anita sambil menangis.
“Apa???..Kita buat makan saja susah !! Malah kau beri
kepada orang lain”Kata Ibu.
“Sudalah bu, jangan marahin Anita terus apa yang dia lakukan
baik….” Ucap ayah.
Anita berlari menuju kamarnya sambil menangis. Dia
langsung mengambil air wudhu dan menunaikan solat maghrib. Tidak lupa pula, ia
selalu berdoa agar mimpinya tercapai menjadi dokter dan keluarganya selalu
diberi keberkahan. Setelah selesai, Anita selalu rajin belajar setiap
hari.Walaupun, setelah seharian ia beraktvitas, tetapi ia tak pernah mengenal
kata lelah. Ia percaya bahwa rasa lelahnya hari ini adalah awal dari semua
impiannya agar menjadi nyata. Waktu menunjukan pukul 21.00 WIB, Anita langsung menarik selimutnya untuk
tidur.Keesokan harinya, sebelum Anita berangkat sekoah, ia meminta uang untuk
biaya ujian akhir semesternya.Namun, malah terjadi pedebatan.
“Bu…
Minggu depan Anita ada ujian semester, Anita mau minta uang buat ujian semeste ran nanti dua siswa terbaik akan mendapat
beasiswa, boleh tidak?”Ucap Anita.
“Anita,
sebaiknya kamu berhenti sekolah saja!! kamu bantuin ibu jualan kue-kue keliling
daripada kamu kamu sekolah buang-buang uang saja”Ucap Devi.
“Benar
kata kakakmu nak, kalau kamu bantuin ibu jualan kue keliling, hasilnya bisa
langsung kita nikmati”kata ibu.
“Jangan
dengarkan ucapan ibu dan kakakmu nak, kamu harus terus sekolah sampai
cita-citamu tercapai, pendidikan itu penting,lebih baik kamu pergi sekolah saja
ini uang untuk membayar ujian kamu nak mudah-mudahan cukup… “Ucap ayah dengan
tegas.
Anitapun berpamitan kepada orang tuanya dan ia langsung
bergegas menuju sekolah. Sepanjang perjalanan, ia selalu mengingat ucapan ibu
dan kakanya tadi. Sebenarnya, ia sangat sedih atas ucapan ibu dan kakanya tadi.
Bahkan, ia menahan air matanya karena ia tak mau terlihat sedih didepan
ayahnya. Akan tetapi, keadaan semua ini tidak memutuskan semangat Anita untuk
meraih cita-citanya. Anita semakin yakin bahwa ia bisa meraih mimpinya dan ia
yakin bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah sebuah tantangan agar cita-citanya bisa tercapai.
Sesampainya
disekolah, ia bingung karena uang untuk membayar ujianya masih kurang cukup
banyak. Akan tetapi, tiba-tiba Andi menghampiri Anita untuk menawarkan
pekerjaan tambahan kepadanya.
“
Selamat pagi , Anita !” Sapa Andi.
“ Pagi
juga Andi !” Jawab Anita.
“ Kamu
mau ngga jadi guru les aku? “ Tanya Andi.
“
Apa??... Jadi guru les kamu Ndi,kamu jangan bercanda Ndi ?” Ucap Anita.
“Aku gak
bercanda Anita…. Ini serius, memangnya kenapa?” Tanya Andi.
Awalnya, Anita tak percaya atas permintaan Andi. Didalam
hatinya ia bingung apa yang harus ia jawab.Sepulang sekolah, ia harus membantu
ibunya berjualan kue keliling, itu yang membuat dia bingung kapan waktu untuk
mengajari Andi. Namun, Andi terus membujuk Anita agar ia mau menjadi guru les
nya. Setela berfikir lama, Anitapun bersedia untuk menjadi guru les Andi.
“Tapi
Ndi… Sepulang sekolah, aku harus membantu ibuku berjualan kue keliling,nanti kapan waktu aku untuk mengajari kamu ?
Apa sebaiknya kamu cari guru les lain aja Ndi?” Tanya Anita.
“Tenyata
itu yang membuat kamu bingung, kamu ga usah khawatir nanti aku beli semua
kue-kue kamu untuk anak panti asuhan , yang penting kamu kamu mau jadi guru les
aku, kamu itukan murid terpandai di sekolah bahkan, kamu pernah menjuarai
banyak perlombaan mangkanya, aku ingin kamu menjadi guru les aku” Jawab Andi.
“Baiklah,
aku mau jadi guru les kamu Andi” Kata Anita.
“
Andi…Andi kamu sadar donk! Anita itu cewek kampungan masa iya dia jadi guru les
kamu?Apa itu engga salah?“ Kata Sintia.
“Diam
kamu Sintia!! Pergi Sana !!” Kata Andi Dengan ekspresi marah.
Sintiapun
pergi meninggalkan Andi dan Anita.Tak lama kemudian, bel masukpun berbunyi.
Anita dan Andi bergegas untuk masuk kelasnya. Jam pertama hari ini adalah matematika. Seperti biasanya,
ada ulangan matematika mendadak hari ini. Anitapun mendapatkan nilai
seratus,sedangkan Andi dan Shintia mendapat nilai lima puluh.
Setelah
beberapa saat,bel istirahatpun berbunyi. Pak Lukman, Wali kelas Anita memanggil
Anita untuk segera menuju ke ruang guru. Anitapun langsung bergegas menuju ke
ruang guru.
“Assalamualaikum pak..” Ucap Anita sambil mengetuk pintu.
“Waalaikumsalam , silahkan masuk “ Jawab Pak Lukman.
“Maaf pak, ada apa bapak memanggil saya ke ruangan
bapak?” Tanya Anita.
“Begini
Anita, ujian semester akan diadakan minggu depan sedangkan kamu belum membayar
uang ujian itu, maafkan bapak seandainya kamu belum bisa membayar uang ujian
itu, kamu tidak bisa mengikuti ujian semester tersebut” Kata Pak Lukman.
“Baiklah
Pak, saya akan berusaha membayar uang ujian, agar bisa mengikuti ujian semester
tersebut” kata Anita.
“Iya
Bapak sangat mengharapkan kamu bisa mengikuti ujian semester tersebut, selama
ini nilai-nilai ulangan harian kamu sangat memuaskan” Ucap Pak Lukman.
“Iya
Pak, kalau begitu saya pamit keluar dulu, assalamualaikum” Ucap Anita sambil
bersalaman dengan Pak Lukman.
“Waalaikumsalam”
Jawab Pak Lukman.
Didalam hati kecilnya,
ia sangat sedih dan bingung karena sampai hari ini uang untuk membayar
ujian semesternya masih kurang cukup banyak. Bel masuk pun berbunyi, pertanda
jam istirahat telah berakhir, Anita segera menuju ke kelasnya. Ketika ia masuk
ke kelasnya, ia terlihat sering melamun. Andipun merasa ada yang aneh dengan
Anita. Semenjak Anita keluar dari ruangan Pak Lukman, ia menjadi sering melamun
dikelasnya. Akhirnya, Andipun bertanya dan menghampiri Anita.Namun, sayangnya
Anita tetap saja tidak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya.
“
Kamu kenapa Nit?Semenjak keluar dari ruangan Pak Lukman, kamu kok jadi sering
melamun?” Tanya Andi dengan penasaran
“Aku
nga apa-apa kok Andi, oh iya… nanti soreh aku kerumah kamu Andi” Jawab Anita
sambil mengalihkan pembicaraan.
“Iya
donk, sudah pasti itu jadi” Jawab Andi.
Beberapa saat kemudian, bel pulangpun berbunyi. Anitapun
langsung bergegas untuk pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah, ia membereskan
kue-kue jualanya. Tanpa merasa lelah, ia langsung menuju ke rumah Andi. Sebelum
ia menuju ke rumah Andi, ia menceritakan kepada Ayah,Ibu dan Kakaknya bahwa
mulai hari ini ia menjadi guru lesnya Andi.
“Ibu,Ayah,Kak
devi sebelum Anita berangkat ,Anita mau menceritakan suatu hal bahwa mulai hari
ini Anita akan menjadi guru les Andi “ Ucap Anita.
“Apa??
Kamu akan menjadi guru les andi, lalu bagaimana dengan kue-kue ini? Tanya Ibu
dan Devi dengan ekspresi terkejut.
“Ibu
dan Kak Devi nggak usah khawatir kata Andi semua kue-kue ini akan dia beli
sampai habis, karena Andi akan memberikan kue-kue ini untuk anak-anak panti
asuhan”Jawab Anita.
“Oh ya, bagus donk kita akan
mendapatkan keuntungan lebih besar, iya engga bu?” Kata Devi.
“Iya
tentu, benar kata kakakmu Anita” Ucap Ibu
“Anita, bapak izinkan kamu
untuk menjadi guru les Andi, tetapi bapak pesan sama kamu ,jangan terlalu capek
nanti kamu bisa jatuh sakit” Pesan Bapak.
“Iya Pak.. Anita selalu ingat pesan bapak,
yasudah kalau begitu Anita pamit dulu assalamualaikum” Ucap Anita
“Waalaikumsalam”
Jawab Bapak
Anitapun langsung bergegas menuju
rumah Andi dengan berjalan kaki. Ia rela berjalan kaki walaupun jarak dari
rumahnya ke rumah Andi cukup jauh . Dia merasa senang jika bisa berbagi ilmu
dengan orang lain.Tak lama kemudian, Anitapun akhirnya sampai di rumah Andi.
“Assalamualaikum Andi…” Ucap Anita.
“Waalaikumsalam
Anita, silahkan masuk! Kue-kuenya kamu taruh di meja makan saja ,karena akan
segera dikirim ke panti asuhan …” Jawab
Andi.
“Iya makasih, hari ini kamu mau bahas mengenai soal materi
yang mana?” Tanya Anita
“Aku mau ngebahas soal biologi siapa tau kita bisa dapet beasiswa kedokteran
nantinya dan soal matematika
ulangan kemarin” Jawab Andi.
“Ya Sudah aku jelasin dulu nanti latihan soalnya kamu
coba dulu ya”Kata Anita.
Setelah berapa kali Anita menjelaskan materi, Andipun
akhirnya mengerti sedikit demi sedikit. Bahkan, soal yang ia kerjakan hampir
semuanya benar semuanya. Namun, Andi bingung karena melihat Anita yang sering
melamun akhir-akhir ini.
“Anita, sebenarnya ada apa akhir-akhir ini kamu sering
melamun?” Tanya Andi.
“Kayanya
aku ga bisa ikut ujian semester besok, karena uang aku belum cukup umtuk
membayar uang ujian tersebut Andi…”Jawab Anita.
“Apa??
Pokoknya kamu harus ikut Anita ujian semester itu sekaligus penentu pemenang
dua siswa terbaik untuk mendapatkan beasiswa kedokteran,urusan biaya nanti aku
yang urus kamu ga usah khawatir Anita”
Kata Andi.
“Makasih
banyak Andi, aku janji aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku
beruntung mempunyai teman sebaik kamu “ Ucap Anita sambil tersenyum.
“Iya
sama-sama Anita” Ucap Andi sambil membalas senyum Anita.
Keesokan
harinya, Anita dan Andi mengikuti ujian semester tersebut. Sebelum berangkat ke
sekolah mereka meminta doa kepada kedua orang tuanya masing-masing.Dengan
harapan, mereka berdualah yang menjadi dua siswa terbaik pemenang beasiswa
kedokteran tersebut. Sesampainya di sekolah, Andi dan Anitapun saling
memberikan semangat satu sama lain. Rasa tegangpun nampak pada wajah mereka
berdua,Ketika memasuki ruangan ujian. Setelah kurang lebih 2 jam, Anita dan
Andipun keluar dari ruangan ujian tersebut, mereka berdua hanya bisa pasra
menunggu hasilnya.
Tiga
hari kemudian, tepatnya saat upacara bendera, tiba saatnya pengumuman hasil
ujian semester tersebut . Hati Anita dan Andi semakin bertanya-tanya apa ia
bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Beberapa saat kemudian, Bapak Kepala
Sekolah mengumumkan bahwa yang mendapatkan beasiswa kedokteran ke Jepang
sekaligus nilai ujian terbaik adalah Andi dan Anita. Awalnya, mereka berdua tak
percaya,hanya kebahagian yang menyelimuti mereka.Kedua orang tau mereka sangat
bangga.Ibu,Devi dan Sintia meminta maaf kepada Anita , karena selama ini sudah
jahat kepada Anita.
“Anita,
ibu minta maaf sama ibu selalu berusaha agar kamu putus sekolah,tetapi sekarang
ibu malu melihat kamu sudah sukses “ Ucap ibu sambil menangis .
“Maafin
Kakak juga Anita, Kakak selalu berbuat kasar sama kamu” Kata Devi.
“Aku
juga minta maaf Anita, aku selau merendahkan kamu Anita” Ucap Sintia.
“
Sudalah Ibu,Kak Devi,Shintia yang berlalu biarlah berlalu aku sudah memaafkan
semua kesalahan kalian dari dulu” Ucap Anita.
“Terimah
kasih Anita Kamu memang orang yang baik” Ucap Ibu,Devi dan Sintia.
“Kalian
berdua memang pasangan yang sangat cocok, kalian memiliki hati yang baik dan
pintar, tetapi kalian tak pernah sombong.Ayo Andi nyatain perasaan kamu ke
Anita cepetan nanti kamu nyesel” Ucap Sintia sambil merayu Andi.
“Anita,
sebenarnya semenjak pertama kali aku kenal kamu aku merasakan ada germecik
cinta di hatiku yang hanya bisa aku pendam selama ini.Namun,aku rasa ini waktu
yang sangat tepat untuk mengungkapkan isi hatiku. Aku cinta kamu Anita, apa
kamu mau menjadi pendamping hidupku? Setelah kita lulus kuliah nanti aku akan
langsung melamar kamu Anita” Ungkapan isi hati Andi.
“Iya
Andi, akupun merasakan hal yang sama apa yang kamu rasakan,tapi kita harus
menyelesaikan kuliah kita dulu” Jawab Anita dengan rasa bahagia.
Akhirnya,
Andi dan Anitapun memfokuskan diri untuk menyelesaikan kuliahnya terlebih
dahulu. Lima tahun telah berlalu, akhirnya Andi dan Anitapun selesai
menyelesaikan kuliahnya di Jepang. Merekapun sangat bersyukur karena impiannya
menjadi seorang dokter akhirnya tercapai.Sesuai janjinya ketika SMA, tanpa
berfikir panjang Andipun segera melamar Anita.Beberapa bulan kemudian, Anita
dan Andipun akhirnya menikah.Anita dan Andi pun tak pernah menyangka bahwa hasil
perjuanganya selama ini berbuah manis dan menghasilkan kebahagiaan yang luar
biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar